Featured

.
Tampilkan postingan dengan label Vitamin Dan Obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vitamin Dan Obat. Tampilkan semua postingan

2 PENUHI KEBUTUHAN VITAMIN UNTUK BURUNG KENARI ANDA


vitamin kenari
Bukan hanya kita yang membutuhkan vitamin. Semua mahluk hidup membutuhkan vitamin dan zat gizi lainnya untuk pertumbuhan, termasuk burung kesayangan kita "Kenari" juga membutuhkan vitamin untuk menjaga stamina tubuh performa dan pertumbuhannya. Walau sebagian penghobi burung kenari kadang beranggapan pemberian vitamin dapat berkibat buruk, ketergantungan si burung misalnya. Namun kenyataannya hal itu mutlak diperlukan bila kita ingin burung kenari kesayangan kita dapat tumbuh dengan maksimal, stamina dan performa selalu terjaga. Bila di alam bebas mungkin si kenari sendiri yang akan mencari asupan vitamin yang mereka butuhkan. Berhubung disini kita yang memeliharanya, maka kita yang dituntut untuk memenuhi semua hal tersebut.
Untuk dapat melakukan hal itu dengan baik, alangkah baiknya bila kita memahami fungsi masing-masing vitamin tersebut untuk burung kenari kesayangan kita.
Berikut ini daftar vitamin-vitamin yang mutlak dibutuhkan burung kenari kita.
1.Vitamin A
Dibutuhkan untuk :
- Pertumbuhan daging,  tulang, dan produksi telur.
- Memelihara, mengganti, memperbaiki jaringan epitheel
Dampak kekurangan vitamin A :
· Pertumbuhan merosot dengan cepat
· Lesu,lemah,lemas,jalan sempoyongan
· Pucat, kurus, dada tak berdaging dan kering
· Selaput mata menjadi keruh, berselaput tanduk (katarak)
· Luka – luka pada selaput lendir
· Luka – luka pada kulit
· Keluar cairan pada lubang hidung
· Produksi telur merosot, daya tetas rendah, embrio banyak yang mati sebelum telur menetas

2.Vitamin B1 (Thiamin, Aneurin )
Dibutuhkan untuk :
- Memacu pertumbuhan
- Menambah nafsu makan
- Mencegah penyakit beri –beri
- Memelihara otot dan syaraf
Dampak kekurangan vitamin B1 :
· Peradangan selaput syraf pada kaki, sayap dan tubuh
· Kaki lemah, sukar melangkah, lumpuh dengan posisi kepala tertarik ke belakang baik sedang berdiri, jatuh, terduduk maupun terbaring
· Nafsu makan kurang, berat badan merosot
· Bulu berkerut, kadangkala jenggernya berwarna biru
· Penyakit beri –beri
· Perlemakan dalam hati

3.Vitamin B2 (riboflavin)
Dibutuhkan untuk :
- Pertumbuhan, pemeliharaan tubuh
- Membantu proses pertukaran hydrat arang dan protein
- Memperbaiki produksi telur, daya tetas telur dan pertumbuhan embrio
Dampak kekurangan Vitamin B2
· Kelumpuhan jari – jari melengkung kedalam, berjalan dengan lutut, kaki mengecil, ulit kaki mengering/kasar
· Daya tetas rendah sekali / tidak menetas
· Lemah, kurus, mencret
· Gangguan syaraf dan otot pada sayap dan kaki
· Anak burung tumbuh lambat, lemah, kurus,kerdil,busung
· Produksi telur merosot
· Perlemakan dalam hati

4.Vitamin B6 (Pyridoxine)
Dibutuhkan untuk :
- Menambah nafsu makan
- Membantu proses pertukaran asam amino
Dampak kekurangan vitamin B6 :
· Kerdil, pertumbuhan terlambat
· Kejang – kejang, terlihat lelah, gelisah, kepala diletakkan di bawah, sayap terkulai
· Produksi telur merosot dan daya tetas telur rendah
· Nafsu makan sangat berkurang
· Anemia, sel darah mengecil dan pucat
· Konversi makanan terganggu

5.Vitamin B 12 ( Cynacobalamin )
Dibutuhkan untuk :
- Merangsang pertumbuhan
- Menaikan daya tetas
- Pembentukan sel darah merah
Catatan :
Kebutuhan akan vitamin B 12 tidak tercukupi hanya dari hasil sintesa bakteri dalam saluran pencernaan saja maka burung harus disuplai vitamin B 12 melalui ransum yang di berikan.
Dampak kekurangan vitamin B 12 :
· Daya tetas rendah, banyak kematian embrio sebelum menetas, pertumbuhan embrio tidak normal, pendarahan embrio.
· Efisiensi penggunaan ransum jelek/boros
· Pertumbuhan piyik terlambat
· Anemia, lesu,lemah, nafsu makan menurun
· Kerusakan syaraf
· Perlemakan pada hati , jantung, ginjal
· Gangguan syaraf dan sendi, banyak yang letaknya meleset dan terjadi pembengkakan
· Pertumbuhan bulu jelek
· Angka kematian piyik tinggi

6.Vitamin D
Dibutuhkan untuk :
- Metabolisme/mengatur keseimbangan Ca, dan P dalam proses pembentukan, pertumbuhan, pemeliharaan tulang dan kulit telur
- Vitamin D2 bermanfaat bagi binatang menyusui dan hampir tidak dapat digunakan untuk burung / unggas..
- Vitamin D3 mudah diserap dan dapat langsung digunakan oleh burung / unggas
Dampak kekurangan vitamin D :
· Jalan pincang, malas bergerak, langkah kaku, lumpuh
· Pertumbuhan terganggu, sendi – sendi bengkak, tulang benjol-benjol, paruh lunak
· Bulu mengkerut, warna bulu yang hitam menjadi pucat
· Kulit telur tipis, produksi telur merosot, telur kecil – kecil, daya tetas rendah
· Telur mudah pecah dan busuk

7.Vitamin E
Dibutuhkan untuk :
- Gangguan syaraf otak
- Penimbunan cairan bening di bawah kulit, mati mendadak
- Gangguan otot
- Gangguan alat – alat reproduksi
- Produksi telur merosot

8.Vitamin K
Dibutuhkan untuk :
- Pembekuan darah
Dampak kekurangan vitamin K :
· Pendarahan dibawah kulit, dalam otot, rongga perut, usus dst
· Pembekuan darah lambat, bila luka darah sukar membeku

9.Asam Panthothenate
Dibutuhkan untuk :
- Mencegah gejala perosis, dermatitis (radang kulit ), bulu kasar dan patah- patah, pertumbuhan jelek, mengurangi angka kematian pada piyik dan burung muda.

Damapk kekurangan Asam Panthothenate:
· Keropeng / luka – luka disudut paruh
· Bintik – bintik keras disekitar dubur
· Keropeng pada kaki]
· Eksudat yang mengeras pada kelopak mata
· Daya tetas telur jelek

10.Niacin
Dampak kekurangan niacin :
· Sendi – sendi lutut bengkak, kaki bengkok, pincang, lumpuh
· Radang kulit
· Bulu jelek, kasar, mudah rusak
· Radang mulut
· Mencret, diare

11.Cholin
Dampak kekurangan cholin :
· Angka kematian tinggi
· Produksi telur merosot, telur – telur kecil
· Perosis, sendi – sendi meleset

12.Mineral
A.Calcium Phosphor
Dampak kekurangan phosphor :
# Piyik
· Pertumbuhan lambat, lambat dewasa
· Tulang abnormal (lemah, bengkok, bengkak sendi )
· Bulu mengkerut, kasar, lambat tumbuh
· Angka kematian tinggi
# Burung Dewasa
· Produksi  telur merosot atau berhenti sama sekali
· Kulit telur tipis, mudah pecah, kasar, gembur,daya tetas rendah
· Pada burung produksi tinggi akan terjadi kelumpuhan
B.Mangan
Dampak kekurangan mangan :
#Piyik
· Pertumbuhan lambat, lambat dewasa
· Gangguan persendian, perosis, bengka sendi kaki/ sayap paruh meleset
· Kelumpuhan
#Burung Dewasa
· Produksi telur merosot atau berhenti dama sekali
· Kulit telur kasar, tipis / mudah pecah
· Daya tetas telur rendah ( kematian dalam embrio )
· Kanibal tinggi, suka mematuk telur
C.Ferrum
Dampak kekurangan ferrum :
#Piyik
· Pertumbuhan terhenti, kurus, pucat
· Bulu jelek, kasar
· Terjadi kematian pada tahap embrio maupun setelah menetas
#Burung Dewasa
· Kurus, pucat, kurang darah
· Lemah, gejala kelumpuhan
· Produksi merosot terus, sampai berakhir dengan kematian
D.Yodium
Dampak kekurangan yodium :
#Piyik
· Embrio mati dalam telur
· Pembengkakan kelenjar gondok
· Pertumbuhan terhenti, kurus, lemah
#Burung Dewasa
· Produksi telur merosot
· Daya tetas telur rendah, kematian embrio tinggi
E.Zincum
Dampak kekurangan zincum :
#Piyik
· Petumbuhan terganggu, lambat dewasa, lambat bertelur atau tidak akan berproduksi
· Gangguan pertumbuhan tulang, bengkak sendi , lumpuh
· Pertumbuhan bulu terganggu, bulu kasar, jelek]
#Burung dewasa
· Produksi telur merosot
· Daya tetas telur rendah, kematian embrio tinggi
F.Magnesium
Dampak kekurangan magnesium :
#Piyik
· Pertumbuhan tulang, otot, syaraf terganggu
· Jalannya tidak sempurna, sempoyongan
· Kejang – kejang pada leher, koma, diakhiri dengan kematian
G.Cuprum
Dampak kekurangan cuprum :
#Piyik
· Pertumbuhan terganggu
· Angka kematian meningkat
· Gangguan pencernaan
· Pendarahan dibawah kulit, rongga dada dan rongga perut
#Burung dewasa
· Produksi telur merosot
· Daya tetas telur rendah, kematian embrio tinggi
H.Cobalt
Dampak kekurangan cobalt :
#Piyik
· Kurus , pucat, kurang darah
· Pertumbuhan terganggu, lambat dewasa atau bertelur
· Nafsu makan turun
#Burung dewasa
· Produksi telur – telur kecil
· Produksi telur merosot, bisa sampai berhenti produksi
· Daya tetas telur rendah

13.Unsur unsur elektrolit
A.Sodium ( natrium)
Dampak kekurangan sodium :
· Produksi telur merosot
· Daya tetas telur rendah
· Nafsu makan turun
· Gangguan kelenjar tubuh
· Kanibal, suka makan telur
· Gangguan jantung, bisa mati mendadak
B.Potasium (kalium )
Dampak kekurangan potasium :
· Nafsu makan turun, kurus, lemah, lesu
· Pertumbuhan terhambat
· Gangguan pencernaan, gangguan pernafasan
· Kanibal, suka makan telur
C.Chlorin ( CL)
Dampak kekurangan chlorin :
· Pertumbuhan terhambat
· Angka kematian tinggi
· Volume darah kurang, kurus, lemah, lesu
· Mudah kaget dan kejang – kejang sayap terbuka

Nah itulah beberapa vitamin-vitamin dan unsur-unsur lain yang dibutuhkan oleh burung kenari kita agar menjadi kenari yang baik dan sehat. Tugas saya dan anda sekarang ini lebih menyayangi peliharaan kita dengan mencukupi kebutuhan vitamin dan gizinya. Tapi yang tidak kalah penting, bahkan jauh lebih penting adalah kebutuhan gizi dan vitamin untuk kita iya kan ?, siapa yang mau burung sehat tapi kita sakit.
Cukup sekian untuk posting kali ini.

Salam sukses selalu.             
Read more

0 MACAM-MACAM PENYAKIT BURUNG KENARI DAN CARA PENANGANANNYA

obat-obatan kenari
Burung kenari memang mudah untuk "dipelihara", orang awam seperti sayapun dapat melakukannya. Itu kalau hanya sekedar memberinya makan dan minum saja. Tapi ternyata tak cukup hanya itu, mengingat burung satu ini juga termasuk burung yang rentan terhadap penyakit dan perubahan cuaca. Perbedaan cuaca panas dan dingin pada waktu siang dan malam hai, kondisi sangkar yang kurang sehat, pemberian menu makanan yang kurang baik, semuanya dapat menyebabkan munculnya gangguan kesehatan bagi burung kenari.
Burung kenari yang sudah terserang penyakit umumnya butuh waktu lama untuk penyembuhan tergantung penyakit yang menjangkitinya, atau bahkan tidak bisa disembuhkan sama sekali hingga menyebabkan kematian. sulit untuk disembuhkan.
Nah bila anda mendapati burung kenari kesayangan anda sakit, sebaiknya segeralah dipisahkan dan kenari-kenari yang lain yang sehat agar tidak menular dan mempercepat proses penyembuhan. Langkah selanjutnya lakukanlah penanganan / pengobatan yang intensif.
Di bawah ini ada beberapa cara menangani / mengobati burung kenari yang terkena gangguan kesehatan.

Gangguan Pernapasan
Penyakit gangguan pernapasan sering menyerang burung kenari, baik jantan maupun betina. Penyebab penyakit pernapasan adalah adanya infeksi sekunder pada saluran pernapasan oleh E. coli dan virus sejenis Mycoplasma gallisepticcum yang lebih terkenal dengan nama CRD (Chronic Respiratory Desease). Jika sudah kronis, penyakit ini sangat sukar disembuhkan dan biasanya lama kelamaan burung kenari yang terinfeksi penyakit ini akan mati. Penyakit pernapasan bersifat menular. Penularan penyakit mi dapat terjadi melalui kontak langsung antara kenari yang terinfeksi dari kenari. yang sehat. Misalnya, indukan yang terinfeksi penyakit dan menyuapi anaknya, maka anak-anak burung yang disuapi akan tertular oleh penyakit tersebut. Penularan penyakit pemapasan juga dapat terjadi melalui keturunan. Anakan kenari yang berasal dan indukan yang sudah terkena penyakit akan mewarisi penyakit yang dimiliki oleh induknya tersebut. Penularan penyakit pernapasan dapat juga terjadi melalui makanan, minuman, lingkungan kandang yang kurang bersih, dan makanan/minuman yang tercemar kotoran burung yang terinfeksi penyakit.

Gejala-gejala penyakit pernapasan yang tampak adalah burung sering bersin-bersin, pada malam hari yang cuacanya dingin pemapasannya ngorok, hidung lembab/basah berlendir, dan aktivitas atau gerak burung menurun. Tindakan preventif dan kuratif untuk mengatasi penyakit pemapasan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut. :
A . Burung kenari yang terinfeksi penyakit pernapasan segera diisolasi di kandang tersendiri dan diobati agar tidak menular kepada burung-burung kenari yang lain.
B . Sangkar, tempat makan, dan tempat minum selalu dikontrol dan semua kotoran yang terdapat di dalam sangkar ataupun di dalam wadah makanan/minuman selalu dibersihkan.
C . Makanan yang akan diberikan dicuci bersih dan dikeringkan untuk menghilangkan kemungkinan adanya residu pestisida pertanian yang membahayakan kesehatan burung.
D . Minuman yang kotor segera diganti dengan air yang bersih, segar, sehat, dan tidak mengandung bahan-bahan beracun yang membahayakan kesehatan burung. Air untuk minum direbus terlebih dahulu hingga mendidih untuk membunuh semua jenis bibit penyakit yang terdapat di dalamnya.

Berak Kapur
Penyakit berak kapur banyak menyerang beberapa jenis unggas. Penyakit mi dikenal juga dengan nama penyakit Salmonellosis atau Pullorum. Penyebab penyakit mi adalah Salmonella pullorum yang menyerang saluran pencernakan. Penyakit berak kapur bersifat menular. Tanda-tanda atau gejala serangan yang dapat dilihat adalah kotoran burung berbentuk cair dan berwarna putih seperti kapur, nafsu makan menurun, pada stadium tertentu burung mengalami kesulitan membuang kotoran. Jika diperhatikan, banyak kotoran berwarna putih melekat pada bulu di sekitar anus. Tanda lain burung kenari yang terserang penyakit berak kapur adalah muka pucat, bulu tidak teratur, sayap menggantung, dan burung tidak bergairah.

Pencegahan terhadap timbulnya penyakit berak kapur dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan sangkar, makanan, dan minuman. Setiap han sangkar dibersihkan dan segala kotoran, termasuk kotoran burung kenani itu send in. Gunakan desinfektan atau bioseptik untuk mencuci sangkar. Setiap dua han sekali, tempat pakan dan tempat minum dibersihkan. Sisa-sisa makanan dibersihkan dibuang agar tidak berjamur dan diganti dengan makanan yang barn. Demikian juga, air minum hams selalu diganti dengan air baru yang sudah direbus (matang), bersih, dan sehat (tidak mengandung bahan-bahan beracun yang berbaya).
Jika burung sudah teninfeksi penyakit berak kapur, burung tersebut hams segera dipisahkan burung dan burung-burung yang lain agar tidak menular. Burung yang sudah terinfeksi penyakit berak kapur diberi obat antibiotik secara intensif sesuai dengan petunjuk yang ada. Penggunaan obat antibiotik tidak boleh sembarangan, sebab jika kita tidak tahu secara pasti justru berakibat fatal.

Snot atau coryza
Penyakit snot atau coryza disebabkan oleh virus Hemophillus gallinarum. Penyakit ini menyerang sekitar bagian muka burung sehingga menyebabkan bengkak dan muncul benjolan berwama merah di sekitar hidung, mata, dan telinga. Cara penulanannya melalui perantaraan burung lain, udara, debu, makanan, dan minuman. Penularan penyakit mi juga dapat malalui keturunan. Tanda-tanda serangan penyakit snot atau coryza yang dapat dilihat adalah muka bengkak, hidung berlendir, sering bersin-bersin, sesak napas, dan nafsu makan turun. Jika tidak ditangani secara serius, lama kelamaan burung yang terserang penyakit mi akan mati.
Pencegahan terhadap serangan penyakit snot atau coryza dapat dilakukan dengan cara menjauhkan burung kenari yang terserang penyakit dan kelompok burung yang lain agar tidak menular. Di samping itu, sangkar tempat makan, dan minum harus selalu dibersihkan dan segala kotoran. Burung kenari yang terlanjur terserang penyakit snot atau coryza harus segera diberi obat yang sesuai.

Bubul
Penyakit bubul (bumble foot) adalahjenis penyakit yang sering menyerang hampir semua jenis burung. Penyebab penyakit bubul adalah bakteri Staphylo coccus. Bakteri mi menyerang permukaan kulit, terutama kulit telapak kaki. Faktor utama yang menyebabkan timbulnya penyakit bubul adalah kebersihan sangkar, khususnya tempat bertengger.
Tanda-tanda serangan penyakit bubul yang dapat dilihat adalah kaki membengkak, kuku memanjang, sisik kaki melebar atau merenggang. Jika serangan penyakit bubul mi dibiarkan, maka lama kelamaan infeksi penyakit tersebut akan melebar dan bertambah besar.
Pencegahan terhadap serangan penyakit bubul dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan sangkar dan tempat betengger burung.

Cacingan
Cacingan adalah jenis penyakit yang menyerang saluran pencemaan dan hati. Penyebab cacingan adalah cacing, yakni cacing tambang, cacing gilig, cacing pita, dan cacing hati. Tanda-tanda serangan penyakit cacingan yang dapat dilihat adalah burung kurang bergairah, lemah, nafsu makan berkurang, bulu tidak teratur, kotoran berbentuk cair, dan berat badan burung menurun.
Faktor utama yang menyebabkan munculnya penyakit cacingan adalah kondisi sangkar dan tempat makan/minum yang kotor. Pencegahan terhadap serangan penyakit cacingan dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan sangkar, tempat pakan, dan tempat minum. Oleh karena itu, sangkar, tempat pakan, dan tempat minum hams selalu dikontrol dan dibersihkan dan segala macam kotoran agar tidak menjadi sarang cacing.

Mencret
Penyakit mencret yang sering menyerang burung kenani ada dua macam, mencret yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang saluran pencemaan dan mencret yang disebabkan oleh keracunan makanan. Tanda-tanda penyakit mencret yang disebabkan oleh bekteri adalah kotoran berbentuk cair, berwama keruh, berbau busuk, aktivitas (gerak) burung menurun, dan burung tidak memiliki nafsu makan. Sedangkan tanda-tanda mencret yang disebabkan oleh keracunan makanan adalah kotoran berbentuk cair, berwama bening dan terdapat sedikit gumpalan, tidak begitu berbau busuk, nafsu makan masih tinggi, dan aktivitas burung masih cukup tinggi. Sayuran yang kotor (tidak dicuci) dan masih mengandung residu obat pembasmi serangga (pestisida) dapat meyebabkan keracunan bagi burung.
Penyakit mencret yang disebabkan oleh bekteri bersifat menular, sedangkan penyakit mencret yang disebabkan oleh keracunan makanan tidak menular. Penularan dapat melalui tempat makan, minuman, maupun kotoran burung yang menderita penyakit tersebut. Oleh karena itu, burung yang terserang penyakit mencret hams segera dikarantina agar tidak menular pada burung-burung yang lain.

Kutu Burung
Burung kenari juga sering diserang oleh kutu burung sehingga proses produksi dan penetasan telur yang dierami terganggu. Kutu burung yang menyerang kenari jantan akan mengakibatkan suara menjadi berkurang. Burung kenari yang terserang kutu burung menunjukkan tanda-tanda gelisah, sering menggigit-gigit bulu (Jw. didis), frekuensi suara berkurang, jika bulu burung disingkap akan tampak kutu-kutu yang bergerak di antara bulu. Jika tidak segera diobati, burung kenari yang terserang kutu burung lama kelamaan berat badan menjadi menurun, nafsu makan akan menurun, dan akhirnya mati.
Penyebab utama serangan kutu burung adalah kondisi sangkar yang kotor, lembab, berbau, dan burung jarang mandi. Pencegahan terhadap kutu burung dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan sangkar, menyediakan air yang cukup untuk mandi, dan burung sering dijemur.

Virus Burung
Beberapa waktu yang lalu muncul beberapa kasus terjadinya kelumpuhan anggota badan dan menurunnya daya tahan tubuh yang menurut para medis salah satu penyebabnya adalah flu burung. Kebetulan, orang yang terserang flu burung tersebut memelihara burung kenari. Dengan demikian, banyak orang beranggapan bahwa burung kenari merupakan pembawa virus flu burung yang membahayakan. Mungkin saja hal itu benar, namun menurut penulis kurang tepat. Sebab, virus yang menyebabkan flu burung dapat menyerang semua orang melalui perantaraan apa saja termasuk ayam, bebek, kucing, anjing, segala jenis burung, dan segala jenis hewan berbulu yang dipelihara orang. Berikut mi disajikan cuplikan beberapa artikel yang berhasil direkam penulis.

Beberapa waktu lalu, kira-kira pertengahan tahun 1997, masyarakat Indonesia khususnya dan masyarakat dunia umumnya, dihebohkan dengan munculnya sejenis penyakit flu yang disebabkan oleh virus. Sementara orang beranggapan bahwa virus penyebab penyakit flu tersebut dibawa oleh burung. Penyakit flu yang hebat ini lebih dikenal dengan sebutan Flu Hongkong karena awal munculnya penyakit flu ini dari Hongkong. Serangan penyakit flu ini menelan banyak korban jiwa. Pada kasus yang sama, tahun 1968, flu Hongkong telah membunuh kurang lebih 700.000 jiwa tanpa ada obat yang dapat menyembuhkannya. Sekarang, virus pembawa maut tersebut tampaknya muncul lagi.

Menurut tim peneliti tentang virus dan Australia, virus yang membawa maut bagi manusia ataupun hewan mi sesungguhnya merupakan plasma pembawa sifat yang dibungkus mantel berupa protein sialidase dan hemaglutinin. Pada saat memasuki tubuh manusia dan berada di dalam sel, virus tersebut segera memperbanyak din dan membentuk jutaan partikel yang disebut virion. Virion-vinion inilah yang menyebarkan infeksi dan memasuki sel-sel di sekitarnya sehingga orang yang terserang virus mi merasakan sakit kepala, batuk-batuk, ngilu pada persendian, dan kondisi serta daya tahan tubuh penderita makin lemah. Jika penderita penyakit flu mi tidak segera mendapatkan perawatan dan pengobatan yang memadai, maka daya tahan tubuhnya akan semakin lemah dan menurun.

Penyebaran virus penyebab penyakit flu i, menurut ahli medis, dapat melalui perantaraan unggas, yakni segala jenis ayam, bebek, burung, serta beberapa hewan berbulu yang dipelihara orang (misalnya, kucing, anjing, keralmonyet). Jenis unggas termasuk yang memiliki kontribusi paling besar terhadap penyebaran virus tersebut. Untuk mencegah penyebaran virus tersebut, beberapa paramedis menganjurkan sebagai berikut. :

1. Upayakan kondisi lingkungan sangkar atau kandang hewan piaraan (termasuk sangkar/kandang burung) selalu dalam keadaan bersih. Jika perlu, sangkar atau kandang hewan piaraan secara periodik dilakukan cuci hama (desinfektan).
2. Upayakan tubuh mendapat pasokan protein tinggi dan berbagai sumber makanan, misalnya daging, kacang-kacangan, sayur-sayuran, dan buahbuahan untuk menolong tubuh membangun sistem kekebalan sebagai penangkal serangan virus.
3. Jaga temperatur tubuh agar tetap stabil, tidak kepanasan ataupun kedinginan baik di luar ruangan maupun di dalam ruangan.
4. Pastikan ruangan-ruangan rumah memiliki ventilasi yang cukup dan mendapat aliran udara segar.
5. Makanan dan minuman hams dalam kondisi matang dan bersih, karena virus tidak dapat bentahan pada suhu yang tinggi.
6. Basuhlah selalu kedua tangan setelah memegang binatang piaraan, baik unggas (termasuk burung) maupun jenis hewan piaraan lainnya.


Pengetahuan tentang jenis-jenis obat untuk unggas, khususnya untuk burung kenari, perlu juga dimiliki oleh para petemak kenari. Umumnya, obat-obatan yang perlu disediakan adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk unggas, khususnya ayam.
Berikut ini adalah beberapa jenis obat yang umumnya sering digunakan oleh para peternak unggas, termasuk burung kenari
.
Sulfamix
Sulfamix adalah sejenis obat antibiotik yang diproduksi oleh Medion Bandung dan telah banyak dijual di toko-toko unggas (poultry). Obat mi memiliki komposisi kandungan Sulfadimethyl Pyrimididine 750 mg dan Methyl Parasept 6 mg setiap sendok teh. Obat mi dapat digunakan untuk mengobati Coccidiosis (penyakit berak darah), Pullorum (berak kapur), Coryza (snot, pilek, muka bengkak), berak hijau (Acute kolera), dan CRD (batuk, ngorok). Aturan pakai dan dosis penggunaannya dapat dilihat pada kemasan obat tersebut.

Tetra-Chlor
Tetra-Chlor merupakan obat antibiotik berbentuk kapsul dan berwama merah yang diproduksi oleh Medion Bandung. Obat mi mengandung Tetracyclin He!, Erythromyein base, Vitamin B1, B2, B12’ vitamin C, Potassium Chloride, dan Sodium Sulfate. Obat antibiotik yang mengandung vitamin dan mineral mi dapat digunakan untuk mengobati penyakit Pullorum (berak kapur), Coryza (snot, pilek,muka bengkak), Fowl cholera (berak hijau), dan CRD (batuk, ngorok). Aturan pakai dan dosis penggunaannya dapat dilihat pada kemasan obat tersebut.

Baytrill
Baytril 5% diproduksi oleh Bayer dan dapat digunakan untuk pengobatan dan peneegahan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram positif dan negatif serta mycoplasma. Obat mi berbentuk cair (drop) dan setiap mililiternya mengandung enrofloxacin 5 mg. Aturan pakai dan dosis penggunaannya dapat di!ihat pada kemasan obat tersebut.

Mycocoli
Mycocoli berupa larutan anti-bakteri spektrum luas (Enrofioxacine) yang dapat digunakan untuk membasmi hampir semua infeksi bakteri gram positif, gram negatif, dan Mycoplasma sp. Qbat mi diproduksi oleh Divasa Farmavic, Spanyol, dalam bentuk cair (drop). Obat mi mengandung Acid I -ciclopropil-7-6-fluor, I ,4-dehidro-4-oxo-3quinolincar boxilic 100 mg, dan Exipient q.s.f. 1 ml. Qbat mi dapat menyembuhkan penyakit Mycoplasmosis (nafas berbunyi, ngorok), Collibacillosis (diare), Salmonellosis (berak kapur), Infectious corvza (kepala bengkak, hidung berlendir), fowl cholera (berak hijau), Staphylococcus sp, Glostridiosis, dan Pseudomoniasis. Aturan pakai dan dosis penggunaannya dapat dilihat pada kemasan obat tersebut.

Pesona
Pesona adalah biosidal total dengan formula yang memiliki kekuatan ganda untuk membasmi mikroorganisme dan melindungi burung dan serangan penyakit. Obat mi berbentuk cairan yang diproduksi di Banyurejo dan dapat digunakan untuk membasmi kutu burung dengan cara dicampur pada air mandi. Di samping itu, obat mi juga berguna untuk memperindah bulu burung. Aturan pakai dan dosis penggunaannya dapat dilihat pada kemasan obat tersebut.

Vitamin
Vitamin sangat dibutuhkan untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan burung. Pemberian vitamin pada burung kenari dapat dilakukan setiap han. Kita tidak perlu khawatirjika kelebihan dosis vitamin di dalam tubuh, sebab sisa vitamin yang tidak dimanfaatkan oleh tubuh burung akan terbuang melalui kotoran burung. Vitamin, selain berguna meningkatkan daya tahan tubuh, dapat meningkatkan vitalitas dan produktivitas burung. Beberapa macam vitamin yang dapat dibenikan pada burung kenari adalah vitamin A, B-kompleks, C, D, dan E. Ada beberapa jenis vitamin dalam produk kemasan yang khusus untuk konsumsi burung yang dapat dimanfaatkan, antara lain Vetamix, Amino-Vital Solution, Terafit, Vitachick, dan Enervon-C.

Cara Penyajian
Obat-obatan di atas umumnya dapat digunakan untuk menghadapi kasus-kasus yang berhubungan dengan penyakit yang sering menyerang burung kenari. Penyajian obat-obatan untuk burung kenari dapat dilakukan dengan cara dicampur dalam air minum atau dengan cara diminumkan secara Iangsung dengan perantaraan pipet atau kapas.
Kenari yang terserang penyakit dan akan diberi obat terlebih dahulu dijemur pada sinar matahani kurang lebih satu jam. Pada saat dijemur, kenari tidak diberi minuman. Siapkan obat yang akan diberikan pada tempat minum. Setelah dijemur, kenari dipindahkan ke tempat yang sejuk, kemudian minuman yang telah dicampur obat dimasukkan ke dalam sangkar. Burung kenari yang haus akan segera minum air yang telah dicampur obat tersebut. Jika obat yang telah dicampur dalam air minum tersebut tidak diminum, ambilah sepotong kapas laIu celupkan ke dalam air minum yang mengandung obat. Pegang kenari yang akan diobati, kemudian tempelkan kapas tersebut ke paruh kenari. Burung kenari akan mengisap cairan tersebut untuk diminum. Sisa minuman yang mengandung obat dapat diletakkan di dalam sangkar agar diminum oleh burung kenari tersebut jika merasa haus. Minuman burung yang telah dicampur obat jangan dijemur karena khasiat obat tersebut akan hilang.

Demikianlah beberapa gangguan kesehatan yang sering kita jumpai pada burung kenari beserta cara penanganannya, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Salam Kenari Mania.
Read more

Delete this element to display blogger navbar

 
© EL' Canarian | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger