Featured

.
Tampilkan postingan dengan label Tips Ternak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Ternak. Tampilkan semua postingan

0 Tehnik Penetasan Telur Kenari

anakan kenari merah
Tips dari baraya KMB untuk meningkatkan kesempatan anakan kenari menetas dan hidup semua dari telor pertama sampe yang terakhir, karena kebanyakan yang para peternak kenari alami jika indukan bertelor 5 samai 6 butir dan menetas semua hasil nya tetap saja telor 4-5-6 biasa nya mati tergencet sama telor yang 1-3 yang telah lebih dulu menetas dan membesar sehingga ketika telor 4-5-6 menetas tingkat hidup nya sangat minim karena perbedaan tubuh yang tidak seimbang sehingga kebanyakan telor 4-5-6 walaupun menetas pasti mati tergencet saudaranya yang terlebih dahulu menetas dan membesar. Berikut ini tipsnya :

1.Siapkan sarang cadangan di lapisi dengan tisu atau serat lembut.

2.ambil telor yg pertama keluar lalu simpan di tempat yg di sediakan.

3.gantikan telor pertama yg di ambil dengan telor yg sudah tidak menetas.

4.ulangi langkah 2 dan ke 3 sampai telor terakhir keluar atau sampai indukan besok nya tidak bertelor lagi.

5.ambil semua telor palsu lalu masukan semua telor kenari yg asli ke sarang nya pada saat kita tau si indukan sudah tidak bertelor lagi.

Pengambilan telor di sarankan sebisa mungkin ketika indukan baru saja bertelor atau sepagi mungkin sebelum matahari terbit.

Penyimpanan telor yg di ambil dri telor pertama sampai yg terakhir harus di dalam box/sangkar si indukan berada supaya suhu nya tidak berubah.

Hitungan 14 hari pengeraman di mulai setelah kita menyimpan kembali semua telor.

Tips ini telah dicoba oleh baraya KMB tersebut dan alhasil alhamdulillah yang bertelor sampe 5-6 butir pun kalo menetas semua anakan bisa bertahan hidup semua karena menetas berbarengan dan pemberian pakan dari indukan nya pun bisa merata...silahkan mencoba dan semoga berhasil ...kita hanya berusaha tapi ALLAH yg menentukan.

Demikian Tips Penetasan Telur Kenari ini, semoga bermanfaat untuk kita semua. Namun jika anda merasa ragu ataupun punya tips sendiri silahkan abaikan tips ini. terima kasih.
Read more

0 Faktor Penyebab Telur Kenari Gagal Menetas

telur kenari gagal menetas
Bagi beberapa orang yang sedang memulai usaha atau hobi beternak kenari tentu saja sering merasa bingung jika burung kenari yang mereka budidaya sulit untuk produksi. Beberapa hal yang perlu dipahami adalah tidak ada cara instan untuk membuat burung kenari yang kita rawat dapat berketurunan atau berproduksi.

Banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas ternak. Diperlukan metode dan mekanisme rawatan jangka panjang guna membuat burung kenari yang ditangkarkan mampu berproduksi hingga umur 5 tahun atau di atasnya. Kembali ke masalah judul, mengapa telur kenari gagal menetas? Berikut ada beberapa pembahasan umum yang terkait dengan kelangsungan keturunan dan reproduksi kenari:

Proses kawin: untuk mengetahui salah satu penyebab gagalnya telur kenari untuk menetas adalah dari proses kawinnya. Secara alami burung kenari betina dapat mengeluarkan telur walau tidak ada proses kawin atau pembuahan dari induk jantan, jadi jika ingin mendapatkan bibit dari telurnya maka dibutuhkan proses kawin.
Hormon: saat proses kawin terjadi secara baik namun telur kenari gagal menetas setelah masa pengeraman 14 hari atau telur terlihat kosong setelah di cek pada usia pengeraman lebih dari 5 hari maka salah satu kemungkinannya adalah kurang matang/siapnya hormon indukannya. Jika selama ini beberapa penghobiis hanya mengacu kepada faktor jantan saja yang berperan terhadap hasil pembuahan sel telur dalam tubuh betina maka ternyata faktor betina juga berperan dalam menghasilkan keturunan. Dalam hal ini perlu diingat bahwa kondisi birahi pada burung kenari tidak dapat disamakan atau menjadi patokan bahwa burung tersebut juga mempunyai hormon yang baik dan subur.
Suhu: sering dijumpai bahwa bibit/piyik kenari yang sudah terbentuk di dalam telur tidak dapat menetas setelah masa 14 hari pengeraman. Salah satu penyebabnya adalah karena suhu yang terlalu panas dan terlalu dingin. Jika telur yang sedang dierami oleh indukannya mendapat intensitas sinar matahari langsung dalam waktu yang lama maka biasanya kondisi telur akan mengalami dehidrasi. Begitu pula sebaliknya jika suhu terlalu dingin dan telur kurang mendapatkan kehangatan yang baik maka biasanya proses pembentukan bibit tidak akan berlangsung dengan baik.
Psikologi: kondisi stress pada indukan yang mengeram telur juga turut memicu keberhasilan telur tersebut menetas. Saat indukan stress maka dia akan mempunyai kecenderungan untuk meninggalkan sarang pengeraman (tidak mengeram) dan dapat berperilaku yang tidak wajar, misalnya perilaku hiperaktif karena over birahi, terdapat kutu di sarang pengeraman atau kondisi tempat ternak yang kurang kondusif.
Penyakit: sudah sewajarnya jika burung kenari yang sedang terinfeksi penyakit akan mengalami penurunan stamina dan nafsu makan. Selain itu burung kenari yang terkena penyakit saat mengeram dalam beberapa kasus akan malas mengerami telur-telurnya walau dalam beberapa kasus indukan yang terkena penyakit jika tak tertangani secara baik dapat mati dengan kondisi mengerami telur-telurnya. Hal lainnya adalah jika penyakit tersebut menyerang burung kenari indukan sebelum proses kawin maka biasanya akan berhubungan dengan daya tetas telur

yang tidak bisa maksimal, begitu pula jika penyakit hinggap pada burung kenari indukan setelah proses kawin.
Kondisi/stamina: kondisi burung yang terlalu capek akibat terlalu terforsir untuk kawin atau kontes bisa jadi malah menimbulkan masalah baru, beberapa hal ditengarai terjadinya egg binding dapat dipicu karena kondisi induk betina yang terlalu letih untuk mengeluarkan telur-telur dari rahimnya. Sedangkan pada indukan jantan stamina yang terkuras dan tidak fit juga turut mempengaruhi kualitas sperma.

Masih terkait dengan daya tetas telur bahwa ada hal yang paling mendasar yang tidak bisa ditinggalkan yaitu masalah Gizi. Kebutuhan akan vitamin, mineral dan zat-zat yang dibutuhkan oleh burung kenari melalui pakan, suplemen, penjemuran dan kebersihan harus terpenuhi secara baik sebelum masa produktif itu tiba. Hal ini juga juga tidak bisa diselenggarakan dan mempunyai efek yang tiba-tiba/instan melainkan butuh proses untuk menanganinya. Ini sekaligus menjelaskan fenomena indukan yang tidak mau ngisi dimana seringkali antara gizi dan kematangan hormon tidak ada kesinambungan bahkan ditemui beberapa burung yang dipaksakan kawin sebelum benar-benar dalam kondisi puncak. Semoga Bermanfaat
Read more

Delete this element to display blogger navbar

 
© EL' Canarian | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger